script

Tampilkan postingan dengan label Seni dan Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni dan Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2011

Pagelaran Seni Budaya Pakpak dalam acara pembukaan PRSU

  • Pagelaran Seni Budaya Pakpak dalam acara pembukaan PRSU
    Kabupaten Dairi sebagai tuan rumah Pembukaan PRSU Ke-40 menyajikan beberapa kesenian khas yang dimiliki oleh Kabupaten Dairi yang mencirikan khas budaya Suku Pakpak.
    Pada saat penyambutan rombongan Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, Dairi mempersembahkan Tari Era-Era. Tari Era-Era ini merupakan tari khas budaya suku Pakpak untuk menyambut tamu.

    Pagelaran Cerita Rakyat Pakpak "Eluh Brru Tinambunen" yang dibawakan oleh siswa/siswi SMK Negeri 1 Sidikalang dan dilatih oleh Esron Kaloko juga ditampilkan dalam acara pagelaran seni untuk memeriahkan acara pembukaan PRSU tersebut. Cerita rakyat ni menceritakan tentang kecantikan Putri Brru Tinambunen yang menjadi rebutan banyak pria untuk mempersuntingnya. Namun pada akhirnya dengan paksaan dari kedua orang tua Brru Tinambunen yang menginginkan harta dari keluarga calon suami, maka Brru Tinambunan merelakan cintanya dan rela dipinang oleh lelaki lain.

    Dari cerita rakyat ini, tersimpan suatu makna yang mana kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada orang lain, demi mencapai kesenangan kita sendiri. Sudah saatnya, agar kita bekerja sama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Dairi yang lebih maju dan sejahtera.

    Dairi juga menampilkan Paduan suara Meretas Badai yang dimana merupakan asuhan dari Bapak KRA. Johnny Sitohang Adinegoro, dan membuat antusias para tamu undangan sehingga acara demi acara persembahan dari Kabupaten Dairi dinikmati oleh para pengunjung yg berada di open stage Pekan Raya Sumatera Utara.
  • Pagelaran Seni Budaya Pakpak dalam acara pembukaan PRSU
    Kabupaten Dairi sebagai tuan rumah Pembukaan PRSU Ke-40 menyajikan beberapa kesenian khas yang dimiliki oleh Kabupaten Dairi yang mencirikan khas budaya Suku Pakpak.
    Pada saat penyambutan rombongan Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, Dairi mempersembahkan Tari Era-Era. Tari Era-Era ini merupakan tari khas budaya suku Pakpak untuk menyambut tamu.

    Pagelaran Cerita Rakyat Pakpak "Eluh Brru Tinambunen" yang dibawakan oleh siswa/siswi SMK Negeri 1 Sidikalang dan dilatih oleh Esron Kaloko juga ditampilkan dalam acara pagelaran seni untuk memeriahkan acara pembukaan PRSU tersebut. Cerita rakyat ni menceritakan tentang kecantikan Putri Brru Tinambunen yang menjadi rebutan banyak pria untuk mempersuntingnya. Namun pada akhirnya dengan paksaan dari kedua orang tua Brru Tinambunen yang menginginkan harta dari keluarga calon suami, maka Brru Tinambunan merelakan cintanya dan rela dipinang oleh lelaki lain.

    Dari cerita rakyat ini, tersimpan suatu makna yang mana kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada orang lain, demi mencapai kesenangan kita sendiri. Sudah saatnya, agar kita bekerja sama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Dairi yang lebih maju dan sejahtera.

    Dairi juga menampilkan Paduan suara Meretas Badai yang dimana merupakan asuhan dari Bapak KRA. Johnny Sitohang Adinegoro, dan membuat antusias para tamu undangan sehingga acara demi acara persembahan dari Kabupaten Dairi dinikmati oleh para pengunjung yg berada di open stage Pekan Raya Sumatera Utara.

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN BUKA PRSU

Medan, 21/3/2011 (Kominfo-Newsroom)  Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad membuka Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-40 di Medan, Jumat (18/3) malam, yang merupakan kegiatan untuk mempromosikan berbagai produksi dari provinsi tersebut.
       Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang diselenggarakan selama satu bulan itu juga untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 provinsi tersebut yang akan jatuh pada 15 April 2011. 

      Dalam sambutannya, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, PRSU telah lama dikenal di tingkat nasional, bahkan sejak ia masih menjalani profesi sebagai pengusaha.
      Dalam kegiatan yang telah lama dilaksanakan itu, kalangan eksekutif di Pemprov Sumut harus mampu menjadikan PRSU sebagai "show window" atau wadah untuk mempertunjukkan berbagai produk di provinsi tersebut. "Jadi, orang dari berbagai negara dengan mudah datang untuk melihat (produk Sumut)," katanya.
       Untuk merealisasikan hal itu, Sumut harus mampu membuat produk unggulan yang berkualitas dan menarik minat berbagai pihak. Ia mencontohkan keberadaan Provinsi Gorontalo yang pernah dipimpinnya yang terkenal daerah penghasil jagung di Tanah Air.
      Jika Sumut memiliki produk unggulan yang berkualitas diperkirakan minat dari investor cukup besar untuk menanamkan investasinya di daerah itu. Jika hal itu yang terjadi, diyakini tingkat perekonomian di Sumut akan semakin baik dan mampu meraih angka minimal enam persen sebagaimana diharapkan pemerintah pusat.
      Selain itu, dengan keberadaan berbagai produk unggulan dari sejumlah kabupaten/kota di Sumut, PRSU diyakini akan lebih semarak dan diminati berbagai kalangan. "Kalau bisa, PRSU harus mampu mengalahkan PRJ (Pekan Raya Jakarta)," kata mantan Gubernur Gorontalo itu.
       Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut H Gatot Pudjo Nugroho ST, mengatakan, selain wadah promosi, PRSU juga merupakan ajang kebersamaan antara 33 kabupaten/kota di Sumut. Hal itu disebabkan dalam PRSU tersebut akan dipertunjukkan berbagai seni dan budaya yang terdapat di 33 kabupaten/kota tersebut.
      "Dengan begitu, diharapkan semakin tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap Sumut," katanya.
      Wagub menyebutkan, pihaknya berbangga hati dengan perayaan PRSU ke-40 tersebut karena dibuka perwakilan pemerintah pusat yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. "Bangga karena dalam enam tahun terakhir, PRSU tidak dibuka perwakilan pemerintah pusat," kata Wagub.
      Sebelum membuka kegiatan PSRU, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan isteri diberikan pakaian adat Phakpak yang hanya ditujukan untuk tamu kebesaran. Pakaian adat tersebut dipasangkan Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang dan disaksikan seluruh bupati dan wali kota di Sumut.
      Ketika akan menaiki pentas untuk memberikan kata sambutan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad berjalan dengan perlahan sambil menggunakan tongkatnya sehingga menjadi perhatian pengunjung PRSU.
       Wagub, bupati dan wali kota se-Sumut serta seluruh pengunjug PRSU memberikan tepukan meriah atas sikap yang ditunjukkan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad itu.
       Sebelum memberikan kata sambutan, Fadel Muhammad meneriakkan kata "Horas" dengan keras sebanyak tiga kali. "Saya semangat karena menggunakan pakaian kebesaran," katanya. (Diskominfo Sumut/toeb)