script

Selasa, 08 Maret 2011

Dairi Prima Mineral, dan ceritanya

Pernahkan sebuah pertambangan membawa kesejahteraan bagi masyarakat lokalnya? Heran saja masih ada orang yang menganggap sebuah pertambangan akan membawa berkat bagi masyarakat lokal dan lingkungan. Kalau mau cepat kiamat ya dukung saja. Tapi aku pribadi benar-benar tidak setuju dengan tambang dan industri-industri yang merusak lingkungan. Toh yang kaya hanya segelintir orang. Peningkatan PAD juga hanya dinikmati oleh segelintir orang. Coba lihat di freeport, apa yang terjadi dengan masyarakat sekitarnya, menjadi penonton di tanah sendiri, bahkan tergusur dan tidak menikmati secuil kue dari freeport.




Areal konsesi pertambangan PT DPM dipersoalkan aktivis lembaga swadaya lingkungan seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Kelompok Kerja Advokasi Tambang Sumut dan masyarakat setempat. Direktur Walhi Sumut Hardi Munthe mengatakan keberadaan pertambangan DPM itu akan membahayakan masyarakat setempat karena limbahnya akan mengalir ke areal pertanian dan pemukiman. “Ke mana limbah tambang itu akan dialirkan? Lokasi tambang itu di kawasan hutan pada ketinggian 700 meter dpl yang di bawahnya perkampungan dan lahan pertanian. Kehadiran pertambangan DPM ini pun akan mengurangi luas areal hutan lindung, karena perusahaan asing itu akan mengambil areal kawasan hutan sekitar sedikitnya 37 hektare,” kata Hardi.

Yang lebih menarik lagi, selama ini yang didengung-dengungkan adalah pertambangan timah hitam. Padahal setahu aku, timah hitam itu merupakan 'katalisator' pembentukan emas (anggap saja aku sok tahu). Lalu kemana emasnya?? hehehe..

Saat ini DPM belum resmi dibuka, tapi faktanya ada aktivitas pertambangan di sana. Wow jangan-jangan ini semacam "judi togel' yang walaupun gelap (tidak resmi) tetapi menghasilkan omset yang besar setiap putarannya. entahlah....

-Koko Mulyanto Angkat-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar